Writing ยท
Imposter Syndrome: LinkedIn vs Social Media
๐๐ช๐ฏ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ค๐ถ ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ต๐ฆ๐ณ ๐ด๐บ๐ฏ๐ฅ๐ณ๐ฐ๐ฎ๐ฆ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ฐ๐ด๐ช๐ข๐ญ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ, ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช ๐๐๐ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ง๐ฆ๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ๐ข๐ญ.
LinkedIn dan CV: Kesan Pertama yang Menentukan
Secara ideal, HRD seharusnya bisa melihat potensi di balik CV yang kurang rapi. Tapi dalam praktiknya, mereka punya keterbatasan waktu dan sumber daya (To Be Honest ajalah ya, weakness/kelemahan). Maka, kandidat perlu bantu diri sendiri:
- CV yang rapi dan jelas
- Nama file profesional (
Yogi_Arif_CV_Android.pdf) - Email lamaran yang sopan dan ringkas, seperti gaya Kotlin yang concise
Ini bukan sekadar formalitas, tapi life hack untuk lolos dari seleksi awal yang padat.
โThere are a few acceptable naming conventions to choose from:
FirstName_LastName_JobTitle.pdf or FirstName-LastName-JobTitle.pdf.โ
โ Jobscan Blog
โYour resume file name is the first touch point for your potential employer. Make it stand out in a crowd.โ
โ Deepti Sharma, HR Consultant, Indeed Career Advice [indeed.com]
โA clear name instantly tells the reader โwhoโ and โwhatโ theyโre opening, while a vague one (e.g., Document1.pdf) broadcasts disorganisation.โ
โ Resumonk Articles [resumonk.com]
Hiring: Antara Jadwal dan Suasana
Kesan pertama juga dipengaruhi oleh:
- Prioritas jadwal HR/user
- Suasana interview: bisa 80% lancar di area tenang, atau 20% chaos di area noise
Kadang, ketemu HR yang langsung klop itu butuh keberuntungan setara McLaren ๏ฟฝ
LinkedIn: Pusat Pencapaian, Pemicu Perbandingan
Fakta pahitnya: hampir semua lowongan kerja ada di LinkedIn. Tapi menurut penelitian, LinkedIn juga jadi pemicu imposter syndrome yang lebih kuat dibanding media sosial lain.
โProfessional SNS usage heightens professional self-focused attention, triggering imposter thoughts.โ
โ Marder et al., _Psychology & Marketing_1
HRD pun Rentan Imposter Syndrome
HRD dan profesional yang sangat peduli terhadap identitas kerja lebih rentan mengalami imposter syndrome. Mereka sering merasa:
- Harus jadi ahli di semua bidang (generalist dilemma)
- Harus terus membuktikan nilai strategisnya (proof pressure)
- Berada di spotlight yang memicu self-doubt
โHR professionals operate in the spotlight. Every decision impacts the employee experience and organizational performance. This constant visibility can amplify self-doubt.โ
โ Reanette Etzler, _LinkedIn Pulse_2
Siklus Perbandingan di LinkedIn
LinkedIn mendorong kita untuk membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Ini bisa memicu:
> โEven passively using LinkedIn can trigger imposter thoughts and negative emotions.โ > โ Psychology Today3
- Perasaan tidak cukup kompeten
- Kebutuhan validasi berlebihan
- Overwork dan burnout
Penutup: Satukan Skill, Bukan Bandingkan
Kadang kita lihat HR posting:
โSkill kandidat bagus, tapi CV-nya berantakan.โ
Lalu HR lain posting:
โCV-nya bagus, tapi skill-nya kurang.โ
HR atau lead idaman adalah yang bisa menyatukan dua sisi itu. Karena pada akhirnya, semua orang punya skill dan kelemahan. Yang penting: saling bantu, bukan saling bandingkan. tapi ini bukan tentang SKILL atau CV.
context lain bisa menerapkan